Cedera olahraga adalah rasa sakit dari otot atau organ tubuh lainnya yang timbul secara tiba-tiba akibat adanya benturan dengan lawan main, jatuh, salah gerak, kurangnya pemanasan, dan lain-lain.

Sebagai atlet, anda harus menguasai cara menangani berbagai jenis cedera yang mungkin terjadi saat anda melakukan kegiatan olahraga sebagai antisipasi jika tidak ada tim media di sekitar anda. Karena cedera bisa menyerang kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Berikut pertolongan pertama untuk menangani cedera olahraga yang dapat anda lakukan untuk menyelamatkan kawan atau diri anda sendiri.

  • Lihat apakah jenis cedera mengeluarkan darah atau tidak. Jika mengeluarkan darah, anda harus menanganinya dengan prinsip-prinsip P3K.
  • Rest atau istirahat

Saat anda mengalami cedera, anda harus segera menghentikan aktivitas olahraga anda saat itu juga dan mengistirahatkan bagian tubuh anda yang mengalami cedera. Jika anda tetap melanjutkan aktivitas olahraga maka risiko cedera akan semakin parah.

  • Ice

cedera olahraga

Es digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang mengalami cedera agar mengurangi rasa sakit, mengurangi pembengkakan serta mencegah meluasnya kerusakan jaringan. Namun penggunaan es tidak boleh digunakan pada cedera yang mengeluarkan darah. Mengompres dengan es juga tidak bisa ditempelkan secara langsung, harus dilapisi dengan plastik, ice bag atau kain.

  • Compression

cedera olahraga

Kompresi merupakan tindakan membebat bagian yang cedera untuk mengurangi pembengkakan dan sebagai penyangga agar bagian yang cedera tidak banyak bergerak. Membebat bagian tubuh yang cedera dengan menggunakan perban elastis dan jangan terlalu kencang.

  • Elevation

cedera olahraga

Elevasi dilakukan untuk memperlancar peredaran barah balik atau vena dengan cara memposisikan bagian yang cedera lebih tinggi dari jantung. Anda dapat menyiasati dengan mengganjal bantal atau benda-benda yang nyaman dijadikan pengganjal.

Dalam kondisi cedera, anda dilarang menangani cedera dengan air hangat, alkohol, berlari atau melanjutkan aktivitas, dan memijat. Air hangat dan alkohol justru akan melebarkan pembuluh darah sehingga cedera anda semakin bengkak. Ketika anda mengalami cedera saat olahraga jangan lakukan aktivitas selama beberapa waktu tergantung seberapa parah cedera anda. Larangan terakhir, jangan buru-buru memijat bagian cedera yang justru akan membuat cedera anda semakin bengkak dan beresiko timbulnya cedera ulang.

Apabila anda sudah melakukan pertolongan pertama seperti di atas namun cedera anda tidak kunjung membaik maka segera hubungi tim medis atau dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif dan akurat.

Untuk selanjutnya, sebelum anda melakukan olahraga atau aktivitas yang cukup berat sebaiknya lakukan evaluasi diri. Sesuaikan aktivitas dan olahraga dengan usia dan kemampuan tubuh anda. Perhatikan kesehatan dan penyakit yang anda derita. Sehingga risiko cedera saat olahraga dapat diminimalisir oleh diri anda sendiri.

Post Your Thoughts